Ekonomi – Cianews – Retreat kepala daerah se-Indonesia di Magelang, menurut Firman Nugraha SH CLA, pemerhati pemerintahan Kota Banjar, bukan sekadar formalitas. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momentum strategis bagi Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, untuk mempercepat pembangunan daerah. Firman menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring, menggali peluang investasi, dan mematangkan rencana kerja jangka menengah.
"Retreat ini menghadirkan seluruh representasi pemerintahan. Ini kesempatan emas bagi Pak Wali Kota untuk menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dan daerah lain guna menarik proyek strategis ke Banjar," ujar Firman dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025).

Harapan masyarakat Kota Banjar pasca Pilkada 2024 sangat tinggi. Sudarsono telah menjanjikan perbaikan infrastruktur, pengurangan pengangguran, dan peningkatan layanan kesehatan. Namun, Firman mengingatkan pentingnya realisme. "Pemerintah harus fokus pada 3-4 agenda prioritas yang benar-benar tuntas, daripada mengejar banyak program tanpa hasil terukur," tegasnya.

Related Post
Sebagai contoh, Firman menyarankan pembangunan pusat logistik berbasis digital atau revitalisasi pasar tradisional untuk meningkatkan UMKM sebagai prioritas. Pemilihan agenda, menurutnya, harus didasarkan pada dampak luas dan urgensi, misalnya proyek yang membuka lapangan kerja atau mengurangi kemacetan.
Transparansi juga menjadi kunci. Firman menekankan pentingnya sistem evaluasi berjenjang dengan progress report triwulanan yang transparan agar masyarakat dapat memantau kinerja pemerintah. "Tanpa perencanaan detail dan tim yang solid, mustahil agenda besar bisa tercapai. Butuh sinergi antar-OPD, dukungan DPRD, dan partisipasi warga," paparnya.
Retreat ini diharapkan menjadi titik tolak bagi pemerintahan Sudarsono untuk mengonsolidasikan visi, menyusun peta jalan pembangunan, dan menggalang dukungan pendanaan serta teknis dari pemerintah pusat. Mengingat keterbatasan APBD Kota Banjar, kolaborasi dengan investor atau pemerintah provinsi menjadi kunci keberhasilan.
Tinggalkan komentar