Ekonomi – Cianews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dan organisasi masyarakat (ormas) Islam Kota Bandung bersatu padu mengeluarkan ultimatum tegas: Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Bandung harus tutup selama Ramadan. Pernyataan keras ini muncul setelah audiensi antara DPRD dan ormas Islam di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (27/2/2025).
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, mengungkapkan keprihatinan atas masih banyaknya THM yang beroperasi selama bulan suci Ramadan, meskipun telah ada Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. "Ada pihak-pihak yang mengabaikan Perda tersebut. Oleh karena itu, kami sepakat bahwa selama Ramadan, Idul Fitri, dan hari raya keagamaan lainnya, semua tempat hiburan harus berhenti beroperasi tanpa terkecuali," tegas Edwin.

Audiensi tersebut menghasilkan tiga kesepakatan penting: penegakan Perda Nomor 14 Tahun 2019 beserta surat edaran dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata; penghentian operasional THM selama Ramadan; dan pemberantasan peredaran minuman keras ilegal serta praktik prostitusi di Kota Bandung.

Related Post
Edwin menyoroti lemahnya pengawasan dan penegakan hukum, bahkan diduga ada keterlibatan oknum yang melindungi THM nakal. "Tidak hanya THM, kami juga menemukan banyak titik penjualan minuman keras ilegal, bahkan di pemukiman warga," tambahnya. Ia mendesak pelaku usaha THM untuk patuh pada peraturan yang berlaku dan tidak mengabaikan ultimatum ini. "Semoga dengan suara bersama ini, terutama dari Ormas Islam yang sudah merasa resah, Ramadan ini semuanya bisa berjalan tertib," harap politisi Partai Golkar tersebut.
Edwin juga mengajak seluruh umat Muslim di Kota Bandung untuk menjaga kesucian bulan Ramadan dan meningkatkan ibadah. "Semoga umat Islam di Kota Bandung lebih khusyuk menjalankan ibadah," tutupnya. Ultimatum ini kini menjadi sorotan publik dan menanti respon dari para pengusaha THM di Kota Bandung.
Tinggalkan komentar