Ziarah Kubur Jelang Ramadhan: Wajib atau Sunnah?

Ziarah Kubur Jelang Ramadhan: Wajib atau Sunnah?

Ekonomi – Cianews – Menjelang Ramadhan, tradisi ziarah kubur atau nyekar marak dilakukan. Banyak yang menyebutnya sebagai kewajiban, bentuk bakti kepada keluarga yang telah tiada, bahkan ada yang meyakini arwah menanti kedatangan keluarga. Banyak yang rela mudik demi berziarah. Namun, apakah ada tuntunan agama yang mewajibkan hal ini?

cicanews.co.id merangkum penjelasan KH Munawwir Abdul Fattah, Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta. Beliau menjelaskan ziarah kubur menjelang Ramadhan diperbolehkan, dengan niat untuk mengingat akhirat. Hal ini sejalan dengan penjelasan Imam Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab "al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra".

Ziarah Kubur Jelang Ramadhan: Wajib atau Sunnah?
Gambar Istimewa : jabarekspres.com

Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menambahkan, ziarah makam orang tua setiap Jumat disunnahkan karena Allah akan mengampuni dosa dan mencatat si peziarah sebagai anak yang berbakti. Ini menjadi kesempatan bagi mereka yang merasa kurang berbakti semasa hidup orang tuanya untuk menunjukkan pengabdian.

Rasulullah SAW bersabda (Hadits dari Ibn Umar ra, yang terdapat dalam kitab Al-maudhu’at), bahwa ziarah ke makam orang tua setiap Jumat dapat menghapus dosa dan dicatat sebagai anak yang berbakti. Bahkan, ada yang menyebut pahalanya setara dengan haji. Namun, perlu diteliti lebih lanjut keabsahan hadits tersebut.

Kesimpulannya, ziarah kubur menjelang Ramadhan bukanlah kewajiban, melainkan perbuatan baik yang dianjurkan dengan niat yang tepat, yakni mengingat akhirat dan berbakti kepada orang tua. Keutamaan ziarah kubur terutama pada hari Jumat kepada orang tua juga perlu dikaji lebih dalam terkait keabsahan hadits yang mendasarinya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar