Perlawanan Warga Sukahaji: 14 Tahun Melawan Ancaman Penggusuran!

Ekonomi – Cianews – Hampir dua dekade lamanya, warga Kelurahan Sukahaji, Kota Bandung, berjuang melawan ancaman penggusuran. Bukan sekadar sengketa lahan biasa, ini adalah kisah panjang perlawanan terhadap intimidasi, pemanggilan aparat, dan yang lebih menyakitkan, absennya perlindungan negara. Yayu Retnowati (48), salah satu warga yang gigih melawan, menceritakan awal mula konflik pada tahun 2009. Seorang pria mengaku mantan aparat datang dengan dua lembar fotokopi sertifikat tanah dan memerintahkan pembongkaran rumah-rumah warga. Penolakan warga pun menjadi awal dari serangkaian tekanan yang tak henti-hentinya.

Upaya meredam keresahan dengan memberikan uang Rp750.000 per kepala keluarga saat Lebaran tahun lalu, justru diikuti upaya pembongkaran paksa yang kembali digagalkan warga. Ketiadaan transparansi dokumen resmi yang menguatkan klaim pengembang semakin memicu kemarahan. Intimidasi pun meningkat; warga dipanggil polisi untuk menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan selebaran ancaman dengan batas waktu pengosongan lahan beredar, kali ini dengan tawaran Rp1 juta per kepala keluarga. Hingga kini, lebih dari 100 warga tetap bertahan di lahan tersebut, menghadapi ultimatum pengosongan lahan paling lambat 7 April 2025 – sebuah keputusan sepihak tanpa dasar hukum yang sah.

Perlawanan Warga Sukahaji: 14 Tahun Melawan Ancaman Penggusuran!
Gambar Istimewa : jabarekspres.com

"Sekarang hampir 100 lebih warga yang bertahan. Ada empat RW. Kami sudah kesal dan ingin melalui jalur hukum. Baru kami pakai pengacara. Mudah-mudahan lancar dan dianggap manusia kita ini. Memperjuangkan hak tanah," ungkap Yayu kepada cianews.co.id.

Situasi semakin runyam dengan keterlibatan oknum aparat dan organisasi masyarakat (ormas), serta pengacara pengembang yang melarang warga membangun kembali rumah mereka pasca kebakaran besar tahun 2018 yang menghanguskan tempat tinggal mereka. Ironisnya, dari 82 sertifikat yang diklaim pengembang, hanya 11 fotokopi yang ditunjukkan, itupun tidak sesuai dengan lokasi asli yang terbakar. Kejadian ini semakin memperkuat kecurigaan warga akan ketidakadilan yang mereka hadapi. "Ini musibah apa penggusuran?" tanya Yayu, yang juga kehilangan rumahnya dalam kebakaran tersebut. Perjuangan warga Sukahaji untuk mempertahankan hak tanah mereka masih berlanjut, di tengah ketidakpastian dan tantangan yang berat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar