Geger! Warga Bandung Tolak Pembangunan Rumah Ibadah

Geger! Warga Bandung Tolak Pembangunan Rumah Ibadah

Ekonomi – Cianews – Ratusan warga Kelurahan Cipamokolan, Rancasari, Kota Bandung menggelar istigosah, Kamis (27/2/2024), sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan sebuah rumah ibadah. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga yang merasa proses pembangunan tersebut sarat dengan pelanggaran prosedur.

Ketua LPM Cipamokolan, Asep Sudarma Adjie, mengungkapkan bahwa penolakan ini bukan hal baru. Sejak April 2022, warga telah menyuarakan keberatannya karena minimnya sosialisasi dan dugaan manipulasi tanda tangan dukungan warga. "Banyak warga yang tidak merasa menandatangani surat dukungan tersebut," tegas Asep dalam keterangannya, Jumat (28/2/2024).

Geger! Warga Bandung Tolak Pembangunan Rumah Ibadah
Gambar Istimewa : jabarekspres.com

Upaya warga untuk berdialog dengan pihak kelurahan dan kecamatan guna memfasilitasi pertemuan dengan panitia pembangunan, menurut Asep, tidak membuahkan hasil. Kekecewaan ini semakin memuncak hingga akhirnya warga melakukan aksi istigosah sebagai bentuk protes kolektif.

Dalam pernyataan sikapnya, Forum Warga Cipamokolan menyampaikan beberapa tuntutan. Mereka mendesak Dinas Ciptabintar atau instansi terkait untuk mencabut Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dinilai cacat prosedur dan menghentikan pembangunan rumah ibadah tersebut. Lebih jauh, warga juga meminta penegakan hukum atas dugaan suap, pemalsuan tanda tangan, dan keterangan palsu yang dilakukan oleh panitia pembangunan. Dugaan keterlibatan oknum juga menjadi sorotan.

"Kami siap mengawal pencabutan PBG dan menjaga kondusifitas. Namun, jika tuntutan kami diabaikan, warga akan melakukan aksi massa di lokasi pembangunan," ancam Asep. Situasi ini menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proyek pembangunan, khususnya yang menyangkut tempat ibadah. cianews.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di Cipamokolan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar