Ekonomi – Cianews – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyiapkan kejutan bagi para guru ngaji! Insentif akan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memajukan pendidikan agama. Namun, proses penyalurannya masih menunggu finalisasi teknis.
Plt Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Muhammad Ronny, mengungkapkan jumlah guru ngaji di Cimahi terus bertambah setiap tahun. Hal ini mendorong Pemkot untuk memberikan penghargaan berupa insentif. "Di setiap tahun jumlah guru ngaji di Kota Cimahi semakin meningkat," ujar Ronny saat ditemui awak media di MI Baiturrahman Cibeber, Jumat (21/3/2025).

Ronny menjelaskan, guru ngaji berbeda dengan guru honorer. Guru honorer memiliki jalur untuk menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara guru ngaji masuk dalam sektor nonformal. "Guru ngaji tidak sama dengan guru honorer," tegasnya. Meski demikian, realisasi insentif ini masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. "Saat ini, di bulan Ramadan, tidak ada bantuan khusus untuk guru honorer. Namun, bantuan tetap diberikan setiap bulan," tambahnya.

Related Post
Pemkot Cimahi juga tengah fokus meningkatkan kegiatan keagamaan, sejalan dengan visi "Kota Cimahi Mantap". Ronny menekankan apresiasi Pemkot terhadap kegiatan sosial yang membantu masyarakat kurang mampu. Lebih lanjut, Pemkot sedang merancang regulasi untuk pendidikan diniyah dan takmiliyah, serta madrasah ibtidaiyah (MI), agar bisa diintegrasikan dengan sistem pemerintahan dan mendapatkan anggaran yang memadai. Insentif guru ngaji menjadi bagian penting dari program ini.
Dalam kegiatan bakti sosial di MI Baiturrahman, Ronny juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah mandiri. Pemberian insentif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama di Cimahi dan memberikan kesejahteraan bagi para guru ngaji yang berdedikasi.
Tinggalkan komentar