Ekonomi – Cianews – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, baru-baru ini menyerahkan 965 sertifikat tanah hasil konsolidasi lahan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penyerahan yang berlangsung Kamis (27/02/2025) ini menyoroti pentingnya fungsi sosial tanah dan aksesibilitas jalan, sebuah prinsip keadilan dalam pemanfaatan lahan.
"Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, Pasal 6, tanah harus punya fungsi sosial," tegas Menteri Nusron kepada warga. Ia menekankan larangan kepemilikan tanah yang menghalangi akses publik. "Kalau ada orang mau lewat, harus dibolehkan," tambahnya.

Konsolidasi tanah, menurut Menteri Nusron, bertujuan memastikan setiap bidang tanah memiliki akses layak dan pemanfaatan optimal. "Tanah tidak boleh saling menutupi. Tanah yang terisolasi tak bisa disertipikatkan dan dimanfaatkan," jelasnya. Ia mengakui idealnya pemerintah menyediakan anggaran untuk membeli lahan guna membangun akses jalan, namun mengapresiasi kerjasama warga yang sukarela menyumbangkan sebagian tanahnya untuk kepentingan umum. "Ini perbuatan baik," pujinya.

Related Post
Dengan selesainya konsolidasi tanah dan pembangunan akses jalan, diharapkan tanah-tanah yang sebelumnya terisolasi kini dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. "Jalan sudah dibangun, akses terbuka, kendaraan bisa masuk, masyarakat lebih nyaman," pungkas Nusron.
Sebanyak 965 sertifikat tersebut berasal dari enam kabupaten/kota di Jawa Tengah: Kabupaten Semarang (250 sertifikat), Kota Salatiga (200 sertifikat), Kabupaten Pemalang (58 sertifikat), Kabupaten Kendal (100 sertifikat), Kota Pekalongan (237 sertifikat), dan Kabupaten Pekalongan (120 sertifikat).
Tinggalkan komentar